Bireuen
HL
Keuchik Rela Gadaikan Mobil Demi Rakyat, DPRK Bireuen Justru Minta Tambah Uang Rental Rp 21 Juta-Wajah Buram Wakil Rakyat
BIREUEN- Ketimpangan moral dalam pengelolaan anggaran daerah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bireuen. Di saat seorang keuchik dengan penuh pengorbanan menggadaikan mobil pribadinya demi kepentingan rakyat, berbeda seperti anggota DPRK Bireuen justru dengan enteng meminta tambahan anggaran Rp 21 juta untuk biaya rental mobil dinas mereka.
Langkah keuchik yang berani ini mencerminkan dedikasi seorang pemimpin sejati yang memahami derita warganya. Sementara itu, permintaan tambahan dana oleh anggota DPRK Bireuen menunjukkan wajah asli wakil rakyat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan publik, tetapi malah sibuk mengamankan kenyamanan pribadi.
Publik pun geram. Di tengah krisis anggaran yang menyesakkan, anggota dewan justru lebih peduli pada fasilitas mewah mereka dibandingkan dengan kebutuhan rakyat yang kian terabaikan. Apakah mereka buta terhadap kenyataan? Ataukah empati sudah lenyap di ruang-ruang sidang yang penuh kepentingan politis?
Tuntutan tambahan dana ini tak hanya mencerminkan sikap tak tahu malu, tetapi juga mengonfirmasi betapa jauhnya wakil rakyat dari realitas penderitaan masyarakat. Rakyat berjuang, pemimpin lokal berkorban, tapi dewan malah menuntut kemewahan.
Teks Foto: ketika Keuchik rela kehilangan hartanya demi rakyat. Sedangkan Anggota DPRK Bireuen justru mempertontonkan kerakusan Tampa malu. Ini lah Potret perbedaan antara Keuchik demi rakyat, tidak seperti potret suram demokrasi di daerah rakyat berjuang sendirian.
Ketika keuchik rela kehilangan hartanya demi rakyat, DPRK Bireuen justru mempertontonkan kerakusan tanpa malu. Inilah potret suram demokrasi di daerah: rakyat berjuang sendirian, sementara pejabat sibuk memperkaya diri.
Di titik ini, pertanyaan besar harus diajukan: apakah DPRK Bireuen masih pantas disebut sebagai wakil rakyat? Atau mereka hanya sekumpulan elit yang kehilangan hati nurani?(MS)
Via
Bireuen